Tips Memilih Partisi

Rumah atau bangunan yang kecil sering kali menjadi batasan keleluasaan aktivitas penghuni. Penyelesaiannya dapat menggunakan penataan layout ruang dengan konsep ruang terbuka yang akan memberikan peluang fleksibilitas yang sangat tinggi. Konsep ini menjelaskan bahwa dengan penyusunan layout ruang yang meminimalisasi batasan dinding akan memberikan keleluasaan aktivitas ruang gerak penghuninya. Namun dampak negatif dari konsep ini adalah privatisasi ruang akan jauh lebih terbuka, sehingga akan mengurangi pembatasan ruang publik dan ruang privat. Penggunaan partisi sebagai pembatas non permanen merupakan salah satu solusi sederhana yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

Beberapa partisi umumnya akan memberikan batasan visual dan ruang gerak tetapi ada juga partisi yang hanya memberikan batasan visual atau ruang gerak saja. Pemilihan jenis-jenis partisi akan menentukan sejauh mana penghuni membatasi konsep keleluasaan ruang. Berikut akan dijelaskan beberapa jenis partisi dan kegunaannya:

  1. Permanen, yaitu partisi yang dibuat khusus sebagai pembatas ruang dan tidak dapat dipindahkan kecuali dengan dibongkar. Umumnya partisi jenis ini dibuat menyatu dengan struktur atau komponen bangunan, seperti menyatu dengan struktur dinding atau menyatu dengan kolom, menyatu dengan rangka plafon atau lantai.
  2. Non permanen, yaitu partisi yang ukuran, bentuk, dan modelnya fleksibel sehingga mudah untuk dipindahkan. Partisi jenis ini sering kali dapat berubah fungsi, sekali waktu dapat berubah menjadi backdrop ataupun hanya sebagai penutup ruang.
  3. Masif, yaitu partisi yang berfungsi menutupi tampilan baik secara visual maupun audio. Partisi jenis ini digunakan sebagai pembatas ruang yang memerlukan tingkat privatisasi tinggi.
  4. Transparan, yaitu partisi yang hanya berfungsi sebagai pembatas ruang gerak dan audio tapi hubungan secara visual masih dapat terjadi. Umumnya partisi menggunakan bahan-bahan kaca bening yang memungkinkan cahaya atau pandangan visual masuk namun meminimalisasi ruang gerak dan hubungan audio (kebisingan).
  5. Semi Transparan, yaitu partisi yang mengombinasikan prinsip masif dan transparan. Material yang digunakan sangat beragam dapat berupa susunan bambu, kayu atau kombinasi bata. Partisi semi transparan membatasi ruang gerak, tetapi masih memungkinkan terjadinya hubungan audio atau visual.

Di samping berfungsi sebagai pembatas non permanen, partisi juga berfungsi sebagai aksesori interior yang akan menghias rumah Anda. Pemilihan partisi sebagai penghias tergantung pada konsep arsitektural interior ruang Anda. Beberapa konsep arsitektural interior umumnya menyesuaikan dengan konsep bangunan secara keseluruhan. Pemilihan jenis partisi berdasarkan fungsi aksesori menuntut penggunaan beragam material, warna dan bentuk. Blog Ciputra Entrepreneurship menjelaskan beberapa jenis partisi berdasarkan ragam material sebagai berikut:

  1. Kayu. Partisi dengan bahan material kayu dapat didesain dengan berbagai bentuk dan fungsi. Beberapa partisi dengan bahan kayu dapat didesain dengan konsep lemari geser, lemari tv atau rak-rak pajangan. Keuntungan dari material kayu adalah bahan ini dapat dipadukan dengan bahan-bahan lainnya seperti batu, akrilik, dan besi.
  2. Kain. Partisi dengan serat tenun alami bagus untuk dijadikan pembatas sekaligus aksesori interior. Penggunaan kain sebagai partisi termasuk jenis partisi semi transparan karena secara fisik ruang gerak dibatasi, namun hubungan audio dan visual masih dapat terjadi.
  3. Kaca. Partisi tembus pandang seperti kaca biasa ada di kamar mandi atau di ruangan-ruangan yang sengaja didesain dengan nuansa modern dan hi-tech. Partisi kaca mudah dibersihkan. Selain itu kelebihan lainnya adalah bahwa partisi kaca memiliki fungsi ganda. Di satu sisi ia memisahkan ruangan, tapi sifatnya yang transparan memungkinkan tetap adanya hubungan antarkan.
  4. Ranting. Seiring dengan perkembangan arsitektur hijau bahan-bahan alami seperti bambu akar-akaran, atau ranting kerap kali digunakan. Selain berfungsi sebagai pembatas ruang gerak, partisi dengan material ini lebih bersifat artistik dan bersifat aksesori. Bahan ini sering dipakai untuk mengimbangi unsur modern yang terkesan kaku. Umumnya penggunaan partisi dengan material ini sangat mengandalkan sifat kealamian bahannya, sehingga hanya didesain secara sederhana dengan menampilkan karakter material apa adanya. Material ranting kayu, bambu atau akar kayu akan membuat ruangan terasa lebih hangat dan bersuasana tradisional.
  5. Tanaman. Penggunaan tanaman sebagai partisi biasanya bertujuan untuk menciptakan kesan natural pada ruangan. Pilihlah tanaman yang tidak perlu membutuhkan banyak perawatan, yaitu tanaman yang bersih dan tidak membutuhkan media tanah, misalnya tanaman yang tumbuh pada bebatuan atau pasir.
  6. Rotan. Rotan adalah material yang kuat dan sama menariknya dengan kayu. Material rotan sangat mudah dibentuk dan jika finishing-nya dilakukan dengan tepat, tekstur bahan rotannya akan tampak terlihat indah. Partisi rotan banyak dibuat sebagai industri rumahan dan banyak dijual dengan harga relatif murah.
  7. Besi. Penggunaan material besi dapat dibentuk menjadi berbagai bentuk tampilan. Tidak hanya berfungsi sebagai pagar dan terali outdoor, besi, jika didesain dengan gaya yang menarik, dapat juga dijadikan partisi interior.
  8. Gipsum. Gipsum adalah material yang paling banyak digunakan untuk partisi. Penggunaan gipsum termasuk mudah, karena material ini mudah dibersihkan dan rata. Partisi dengan material gipsum sangat mudah dipasang, karena memiliki standardisasi ukuran.

Menata ruang dengan partisi-partisi non permanen akan memberikan pilihan fleksibilitas yang dapat diatur tingkat keleluasaannya. Rumah kecil tidak lagi menjadi batasan keleluasaan aktivitas, sekarang tinggal bagaimana penghuni memilih partisi sesuai dengan fungsi dan gaya arsitekturnya. Selamat mencoba!

0 comments:

Post a Comment